Langsung ke konten utama

Materi pembelajaran PJOK 


Jum'at, 23 November 2018


  1. Renang gaya bebas

A. PENGERTIAN RENANG GAYA BEBAS



Gaya bebas (bahasa Inggrisfree swim) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belahlengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian "dicambukkan" naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan keluar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air. Tidak seperti halnya gaya punggunggaya dada, dan gaya kupu-kupuFederasi Renang Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dada,gaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang "gaya bebas" yang lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam lomba renang gaya bebas, sehingga gaya krol identik dengan gaya bebas.

B. Teknik Dasar Renang Gaya Bebas

Beberapa teknik yang harus dikuasai dalam renang gaya bebas agar kita dapat melakukan gerakan renang gaya bebas dengan baik dan benar. Berikut cara melakukan teknik dasar renang gaya bebas.

1. Gerakan Meluncur

Supaya dapat melakukan gerakan meluncur dengan baik, maka bentuk latihan yang harus dilakukan sebagai berikut.

a. Berdiri di dalam kolam dengan kedalaman setinggi dada.
b. Bungkukkan badan ke depan sehingga posisi wajah di dalam air, lengan lurus ke depan. Tekuk kaki kanan dan tempelkan telapaknya ke dinding kolam.
c. Selanjutnya dorong kaki sekuat mungkin sehingga meluncur ke depan dan posisi kedua tangan, badan, dan kedua kaki lurus sejajar di atas permukaan air.
d. Pertahankan posisi meluncur hingga tangan menyentuh dinding kolam.
e. Lakukan latihan ini berulang ulang.

2. Gerakan Lengan

Gerakan tangan dalam renang gaya bebas dilakukan secara bergantian antara tangan kanan dan tangan kiri. Gerakan tangan akan mendorong tubuh ke depan menerobos air. Cara melakukan latihan gerakan tangan sebagai berikut.

a. Berdiri di dalam kolam setinggi dada/pinggang.
b. Bungkukkan badan, kedua tangan lurus ke depan.
c. Gerakkan tangan kanan ke bawah disertai dorongan ke belakang dan tarik kembali ke atas dengan menekuk siku hingga tangan kanan kembali ke posisi semula lurus ke depan. Pada saat tangan kanan digerakkan posisi tangan kiri tetap lurus ke depan.
d. Setelah tangan kanan kembali ke posisi semula lanjutkan dengan menggerakkan tangan kiri dengan cara yang sama seperti menggerakkan tangan kanan tadi.
e. Lakukan secara bergantian antara tangan kanan dan tangan kiri.

3. Gerakan Kaki

Gerakan kaki pada renang gaya bebas juga harus dilatih. Gerakan kakinya adalah naik turun. Pada waktu digerakkan posisi kaki harus lurus. Gerakan kaki digerakkan oleh pangkal paha. Latihan gerakan kaki dapat dilakukan dengan berpegangan pada ring atau besi di kolam renang. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

a. Posisi badan menghadap ke dinding kolam, peganglah ring atau besi dengan kedua tangan.
b. Angkat badan ke atas sehingga seluruh tubuh sejajar dengan permukaan air.
c. Selanjutnya gerakan kedua kaki ke atas dan ke bawah secara bergantian dengan pusat gerakan pada pangkal paha.
d. Lakukan latihan ini dengan perlahan-perlahan dan terus-menerus. Jika telah lancar, kamu dapat meningkatkan latihan gerakan kaki ini sambil meluncur. Kamu dapat menggunakan papan peluncur sebagai bantuan.

4. Cara Bernafas dalam Renang Gaya Bebas
Diantara empat gaya renang yang ada (gaya dada, gaya bebas, gaya kupu-kupu, dan gaya punggung), yang paling sulit cara bernafasnya adalah gaya bebas. Dalam gaya dada dan gaya kupu-kupu, bernafas bisa dilakukan dengan mudah karena ada saat dimana kepala kita seluruhnya berada di atas permukaan air. Bernafas dalam gaya punggung juga tidak sulit karena kepala dan tubuh kita menghadap dengan bebas ke arah langit. Adapun dalam gaya bebas, kepala kita tidak boleh sepenuhnya menyembul dari permukaan air. Inilah yang menjadikan bernafas dalam gaya bebas terasa lebih sulit.
Mengambil (menghirup) nafas dalam gaya bebas kita lakukan semenjak 2/3 kayuhan tangan kita dan kita akhiri pada saat tangan kita kembali masuk ke dalam air. Kita ambil contoh mengambil nafas ke sisi kiri. Pada saat kayuhan tangan kiri kita sejajar dengan dada, akan timbul gaya angkat pada sisi kiri tubuh kita. Akibatnya, tubuh pun akan miring menghadap ke sisi kiri. Pada saat itulah kita mulai mengambil nafas. Kemiringan tubuh kita dengan sendirinya akan membantu wajah kita untuk bisa menyembul ke atas permukaan air dengan mudah dan alami.

5. Kesalahan dalam Renang Gaya Bebas
Gaya bebas adalah gaya renang yang paling cepat dibandingkan gaya-gaya yang lainnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap perenang untuk menguasai gaya ini dengan baik. Kesalahan yang biasa terjadi adalah, wajah berada di atas air. Jika kamu melakukan hal ini, bagian bawah badanmu akan cenderung untuk turun ke bawah sehingga tahanan air akan membesar. Akibatnya kecepatan kamu akan berkurang. Solusinya, benamkanlah wajahmu ke dalam air, dengan wajah menghadap tegak lurus ke dasar kolam. Cara berenangnya seperti kuda bendi yang mengenakan kacamata kuda.

   

       2. Permainan bola kecil       

A. PENGERTIAN PERMAINAN BOLA KECIL 

Dalam olahraga terdapat banyak bidang yang mana salah satunya yakni berhubungan dengan bola. Cabang olahraga menggunakan bola ini ada yang besar dan kecil. Macam-macam permainan bola besar seperti misalnya sepak bola, bola voli, bola basket, dsb. Sementara itu untuk macam-macam permainan bola kecil adalah baseball, soft ball, tenis meja, golf, dsb. Sebagian besar olahraga dengan menggunakan bola kecil disebut dengan permainan  bola kecil meskipun termasuk kedalam cabang olahraga, namun aplikasinya lebih kepada permainan yang mana ditujukan untuk kesenangan semata.




B. Macam – Macam Permainan Bola Kecil Dalam Olahraga :

• Tenis meja
Jenis olahraga yang menggunakan bola ping-pong dengan berat yang ringan dan ukuran diameter 40 mm. Olahraga ini termasuk ke dalam jenis olahraga indoor. Permainan dilakukan dua orang dengan mengggunakan prinsip yang sama dengan voli yakni bola harus melewati net dan tidak keluar garis. Namun bedanya disini bola harus memantul sekali.
• Tenis lapangan
Permainan ini menggunakan bola kecil dan dimainkan dengan menggunakan raket. Pemainnya bisa tunggal ataupun ganda. Area tenis dibatasi dengan net. Permainan ini juga ada turnamen internasionalnya.
• Golf
Golf banyak dipakai untuk permainan masyarakat kelas atas. Permainan ini tidak membutuhkan peralatan yang sangat mahal, hanya saja lokasi yang dibutuhkan sangat luas dan menyewa lokasi untuk olahraga ini tidaklah murah.properti terdiri dari bola putih khusus golf dan tongkat pemukul.



  3. P3k

A. PENGERTIAN P3K




Pengertian pertolongan pertama ialah pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit ataupun cedera (kecelakaan) yang memerlukan penanganan medis Dasar. Sedangkan pengertian medis dasar ialah tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dimiliki oleh orang awam atau orang awam yang terlatih secara khusus.
Dasar hukum mengenai pertolongan pertama belum diatur secara khusus, namun umumnya merujuk pasal 531 KUHP yang menyebutkan bahwa Barangsiapa menyaksikan sendiri ada orang di dalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,-. Jika orang yang perlu ditolong itu mati, diancam dengan : KUHP 45, 165, 187, 304s, 478, 535, 566.

B. Dalam pelaksanaan pertolongan pertama terdapat beberapa tujuan, di antaranya ialah sebagai berikut :

  1. Menyelamatkan jiwa penderita.
  2. Mencegah kecacatan.
  3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan.
Dalam pertolongan pertama terdapat pelaku pertolongan pertama yang artinya ialah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam kemampuan medis dasar.

C. Kewajiban pelaku pertolongan pertama antara lain :

  1. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang lain di sekitarnya.
  2. Dapat menjangkau penderita baik dalam kendaraan, kerumunan massa maupun bangunan.
  3. Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa.
  4. Meminta bantuan ataupun rujukan apabila diperlukan.
  5. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban.
  6. Membantu pelaku pertolongan pertama lainnya.
  7. Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita.
  8. Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat.
  9. Mempersiapkan penderita untuk ditransportasikan.

Pelaku pertolongan pertama dalam melaksanakan tugasnya memerlukan peralatan dasar untuk digunakan. Oleh karena penderita dapat saja mengeluarkan ceceran darah ataupun cairan tubuh lainnya yang memiliki potensi sumber penyakit, maka pelaku penolong pertama memerlukan APD (Alat Perlindungan Diri) yang di antaranya ialah :

  1. Sarung tangan lateks.
  2. Kacamata pelindung.
  3. Baju pelindung.
  4. Masker.
  5. Helm (untuk melindungi apabila menolong di tempat yang rawan akan jatuhnya benda dari atas seperti runtuhan bangunan,dsj).

Selain APD, penolong pertama juga menggunakan peralatan penolong dalam menjalankan tugasnya di antaranya ialah :

  1. Penutup luka :
    • Kasa steril.
    • Bantalan Kasa.
  2. Pembalut luka :
    • Pembalut gulung (pita).
    • Pembalut segitiga (mitella).
    • Pembalut tubuller (tabung).
    • Pembalut rekat (plester).
  3. Cairan antiseptik :
    • Alkohol 70%.
    • Betadine.
  4. Cairan pencuci mata (boorwater).
  5. Bidai dan peralatan stabilitas tubuh lainnya.
  6. Gunting pembalut.
  7. Pinset.
  8. Senter.
  9. Kapas.
  10. Selimut.
  11. Oksigen.
  12. Tensimeter.
  13. Stetoskop.
  14. Tandu.
  15. Alat Tulis.

Kemampuan berimprovisasi pelaku penolong pertama juga diperlukan apabila tidak ditemukan alat-alat di atas di lokasi kejadian sehingga dapat mencari alat lain sesuai fungsinya serta aman untuk digunakan

Komentar

Posting Komentar